TENTANG

Kampung Kemasan

Di mana sejarah hidup di setiap sudutnya

Jawa Timur, Indonesia

Kampung Kemasan Heritage

Di jantung kota pelabuhan bersejarah Gresik, tersimpan harta kebudayaan yang mencerminkan peradaban perdagangan, tradisi, dan keindahan arsitektur pada masanya.

Menelusuri Kampung Kemasan berarti menjelajahi lorong-lorong waktu — di mana bangunan kolonial yang masih terawat dengan baik berdiri tegak, kuliner lokal otentik menyambut setiap pengunjung, dan nuansa kejayaan masa silam hadir nyata di setiap sudut.

Kampung Kemasan Gresik adalah salah satu destinasi wisata paling ikonik di Jawa Timur. Dikenal dengan gaya arsitekturnya yang unik, kawasan ini menawarkan perpaduan harmonis antara pengaruh budaya Tionghoa, Arab, dan Jawa — sebuah cermin peradaban yang lahir dari jalur perdagangan berabad-abad lamanya.

1855
Tahun Berdiri
3
Pengaruh Budaya Arsitektur
170+
Tahun Warisan Terjaga

Perjalanan Sejarah

Tahun 1855 — Asal-Usul Nama "Kemasan"

Nama "Kemasan" diyakini berasal dari kata emas, merujuk pada para pedagang emas yang dahulu menetap dan berkembang di kawasan ini. Komunitas saudagar kaya ini menjadi fondasi awal bagi identitas budaya dan ekonomi kawasan.

Tahun 1896 — Industri Penyamakan Kulit H. Oemar Bin Achmad

H. Oemar Bin Achmad mendirikan usaha penyamakan kulit di Kampung Kemasan — sebuah tonggak industri yang menggerakkan roda perekonomian kota Gresik. Dibantu para pengrajin Tionghoa yang bermukim di kawasan ini, usaha tersebut kemudian dikembangkan oleh kelima putra beliau.

Akhir Abad ke-19 — Era Bangunan Megah Para Saudagar

Para pedagang kaya seperti H. Oemar Bin Achmad membangun rumah-rumah megah sebagai lambang kemakmuran dan status sosial. Bangunan-bangunan ini memadukan struktur kolonial Belanda, ornamen Tionghoa Peranakan, serta sentuhan kerajinan tradisional Jawa — menciptakan harmoni arsitektur yang tak tertandingi.

Hingga Kini — Kawasan Cagar Budaya yang Dilindungi

Berkat kesadaran dan dedikasi masyarakat setempat, Kampung Kemasan berhasil bertahan di tengah arus modernisasi. Kini kawasan ini berdiri kokoh sebagai cagar budaya resmi kota Gresik, menghadirkan kembali keagungan masa lalu yang masih bisa dinikmati oleh setiap pengunjung.

Tionghoa

Ornamen Peranakan — ukiran halus, warna merah-emas, dan dekorasi khas Cina Peranakan yang menjadi penanda identitas komunitas pedagang Tionghoa yang pernah menetap di sini.

Kolonial Belanda

Struktur Eropa — pilar-pilar kokoh, jendela tinggi berpanel kaca, dan tata ruang bergaya Eropa abad ke-19 yang mencerminkan pengaruh kuat era kolonial dalam lanskap urban Gresik.

Jawa

Kerajinan Tradisional — sentuhan motif batik, ukiran kayu bergaya Jawa, dan filosofi ruang yang berakar pada kearifan lokal — menjadikan setiap bangunan sebagai ekspresi identitas budaya Nusantara.

OUR Vision

Melestarikan Kampung Kemasan sebagai simbol kerukunan multikultural dan kebanggaan sejarah di Gresik.

Vision

Our Mission

Mission 1

Melestarikan arsitektur bersejarah

Mission 2

Mengembangkan edukasi dan pemahaman bagi generasi mendatang

Mission 3

Mendorong pengembangan pariwisata berbasis warisan budaya yang berkelanjutan

"More than just old buildings, Kampung Kemasan is a living legacy."

Contact Us