Celebrating Heritage, Trade, and Art
Perayaan tahunan yang menjadi denyut nadi kehidupan sosial di Kampung Kemasan, menggabungkan potensi maritim, tradisi, dan kekayaan kuliner Gresik.
Pasar Bandeng Festive merupakan salah satu tradisi tahunan yang paling dinantikan di Gresik, khususnya menjelang Hari Raya Idul Fitri. Festival ini menjadi ajang unik di mana ikan bandeng hasil budidaya para petambak lokal dilelang, menciptakan suasana yang meriah dan penuh antusiasme.
Pengalaman Menarik Pengunjung:
Beragam stan makanan juga tersedia, menjadikannya tempat yang sempurna untuk dinikmati bersama pasangan, teman, maupun keluarga. Lebih dari sekadar festival, Pasar Bandeng Gresik memiliki makna sosial yang mendalam. Masyarakat dari berbagai daerah, baik dari pusat kota maupun desa sekitar, berkumpul untuk berbelanja, bersilaturahmi, dan menghabiskan waktu bersama. Suasana hangat dan penuh kebersamaan ini mencerminkan nilai kekompakan serta tradisi yang terus hidup di tengah masyarakat Gresik. Pasar Bandeng bukan hanya tentang kuliner dan perdagangan, tetapi juga tentang kebersamaan dan identitas budaya yang menjadikannya pengalaman tak terlupakan bagi setiap pengunjung.
Festival Badoghan merupakan perayaan tahunan yang biasanya diselenggarakan pada akhir tahun, dengan tujuan mempererat kebersamaan antara warga desa dan para nelayan lokal. Dalam festival ini, hasil tangkapan ikan dari nelayan setempat diolah dan disajikan sebagai bagian dari tradisi berbagi dan kebersamaan. Acara ini diinisiasi oleh mahasiswa dari Universitas Muhammadiyah Malang bersama Pokdarwis (Kelompok Sadar Wisata), sebagai upaya membangun ikatan sosial serta menghidupkan potensi wisata berbasis komunitas.
Rangkaian Kegiatan Festival:
Mengusung tagline “Gresik Ono Roso” (Gresik Ada Rasa), nikmati hidangan khas seperti:
Di tengah maraknya makanan modern, Festival Badoghan tetap berkomitmen mengangkat kuliner tradisional khas Gresik. Antusiasme masyarakat yang tinggi menunjukkan bahwa cita rasa lokal tetap memiliki tempat istimewa di hati warga. Lebih dari sekadar festival, Festival Badoghan adalah simbol kebersamaan, budaya, dan kebanggaan lokal yang memberikan pengalaman hangat dan autentik bagi setiap pengunjung.

Kota Gresik dikenal sebagai kota dagang, kota santri, sekaligus kota industri. Namun di balik dinamika tersebut, terdapat ruang-ruang bersejarah yang menyimpan kekayaan budaya yang luar biasa—salah satunya adalah Kampung Kemasan, kawasan lama yang dahulu menjadi titik pertemuan para saudagar, pengrajin, dan pendatang dari berbagai latar etnis.
Dalam semangat tersebut, Kampung Kemasan menjadi tuan rumah MTN Lab (Manajemen Talenta Nasional Lab) pada 1–14 September 2025, sebuah program inisiatif Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia. Puluhan seniman dari berbagai daerah berkumpul, tinggal bersama, dan berkolaborasi dalam ruang kreatif yang kaya akan sejarah dan identitas budaya.
1–14 September 2025
Kementerian Kebudayaan RI
Selama dua minggu, para peserta mengikuti berbagai kegiatan seperti residensi, inkubasi karya, lokakarya, hingga masterclass. Proses ini tidak hanya berfokus pada pengembangan keterampilan seni, tetapi juga bagaimana seni berinteraksi dengan kehidupan masyarakat serta sejarah ruang di sekitarnya.
MTN Lab juga menghadirkan workshop film bersama komunitas lokal, diskusi kuratorial, hingga persiapan pameran yang memperkaya pengalaman para seniman muda dalam membangun perjalanan karier mereka ke depan.
Program ini menjadi wadah penting bagi seniman muda untuk berkembang dan mendapatkan pengalaman langsung dari para praktisi. Selain itu, MTN Lab juga menjadi ruang afirmasi bagi talenta lokal, termasuk seniman dari Gresik yang berpartisipasi dalam berbagai medium seperti seni lukis, kriya, hingga seni berbasis komunitas.
Lebih dari sekadar pameran, Art & Culture Exhibition di Kampung Kemasan menghadirkan cara baru untuk melihat kota—bagaimana arsitektur, kehidupan sehari-hari, hingga budaya lokal menjadi sumber inspirasi karya seni. Dari Kampung Kemasan, semangat kreatif ini kemudian menyebar ke berbagai kota lain di Indonesia.
Makna Kebudayaan